Fenomena Ibdal dalam al-Quran (Analisis pada Surah Ali Imran)
Muhammad Zikran Adam
Siti Hajar Yusuf
Abstrak
Dalam pembelajaran bahasa Arab, kaidah menjadi salah satu hal yang penting untuk dipelajari dala hal kaidah itu adalah ilmunahwu dan sharf . dalam kaidah shorf terdapat konsep ibdal yaitu penggantian huruf pada sebuah kata. Ibdal juga termasuk dalam ranah kaidah penulisan, maka dari itu terkait dengan penulisan al-quran menggunakan rasm ustmani peneliti ingin melihat fenomena penulisan ibdal pada al-quran rasm ustmani lebih kerucut lagi pada surah ali Imran
Penelitian ini menggunakan kualitatif dengan pendekatan studi pustaka yaitu dengan menelaah buku-buku. Peneliti mengkategorikan kaidah-kaidah ibdal yang terjadi dalam surah ali Imran. Setelah diteliti ditemukan fenomena ibdal dalam surah ali Imran sebanyak 32 kata, dan beberapa diantaranya terulang beberapa kali. Dengan penelitian ini diharapkan akan menjadi penambah wawasan juga akan menambah kecintaan pada al-quran
Kata kunci: fenomena, Analisis, Ibdal
A. Pendahuluan
Bahasa Arab adalah bahasa yang telah mendunia, bahasa Arabberasal dari rumpun bahasa-bahasa Semit, yakni bahasa yang dipergunakan kabilah-kabilah Arab purba yang mendiami daerah Asia Barat (Irawati) . Berbicara tentang bahasa semit menunjukkan keistimewaan bahasa Arab itu sendiri, maka dengan hal ini menjadi ketertarikan tersendiri juga untuk mempelajarinya.
Dalama pembelajaran bahasa Arab tentu tidak bisa terlepas dari empat kajian berikut ini, yaitu fonologi, morfologi, sintaksis dan semantik. Fonologi atau yang dalam bahasa Arab disebut dengan ilmu Shout, yaitu yang membahas tentang suara, bagaimana menghasilkannya, dan lainnya. Morfologi atau ilmu Shorfi membahas tentang pembentukan kata, pembagiannya, dan musytaqnya. Sintaksis atau ilmu Nahwu membahas tentang lafadz dan proses penyusunannya hingga menjadi sebuah kalimat. Dan semantik atau ilmu Dalalah yang membahas tentang makna leksikal, gramatikal, ataupun kontekstual.(Himmatul)
Dalam bahasa Arab, tidak bisa dielakkan lagi bahwa kaidah memegang peranan sangat penting didalamnya. Terutama nahwu dan shorof. Karena kaidah menentukan bagaimana cara kita memahami bahasa tersebut dan membuat orang lain paham dengan apa yang kita ucapkan.
Salah satu dari pada kaidah-kaidah shorof ialah penggantian huruf (ibdal). Al–Ibdal (الإبدال) adalah membuang suatu huruf dan menempatkan huruf lain di tempatnya. Al-Ibdal itu sama seperti i’lal.Hanya saja dalam i’lal yang menjadi sasaran adalah huruf illat(huruf berpenyakit), artinya huruf illat yang satu mengganti tempatnya huruf illat yang lain. Sedangkan dalam Ibdal yang menjadi objeknya adalah huruf illat maupun huruf shahih. Artinya menempatkan huruf shahih di tempat huruf shahih yang lain(Hula) .
Ranah pembicaraan ibdal adalah bagian dari pembahasan morfologi, namun karena berkaitan dengan kaidah penulisan maka dia menjadi salah satu pembahasan dari kaidah khot dan imla’.
Al-qur’an adalah mu’zizat yang Allah swt. berikan kepada nabi Muhammad saw. dan al-quran sampai kepada kita dengan mutawattir namun ini hanya pada cara bacanya saja, namun berbeda dengan penulisan al-quran tersebut.
Pada zaman Ustman bin affan ra. terdapat polemik perkara penulisan al-qur’an, maka dari itu Ustman kemudian mengambil ijtihad untuk menstandarisasikan al-quran, maka lahirlah yang kita kenal dengan mushaf rasm ustmani, arti dari rasm itu sendiri menurut az-zuhairi adalah jejak atau bekas (شرشال)
Seperti telah diketahui rasm mushaf bermacam-macam maka yang tentunya masing-masing memilik sanad yang kuat, maka dari itu akan berbeda juga kaidah penulisan atau rasm pada rasm mushafyang lain. Maka tujuan penelitian ini adalah untuk mencari fenomena ibdal yang ada pada mushaf rasm ustmani yang dikerucutkan lagi pada surah ali Imran.
B. Pembahasan
Ibdal sebenarnya adalah salah satu pembahasan ilmu morfologiatau tata bentuk yaitu bidang linguistik yang mempelajari susunan bagian-bagian kata secara gramatikal(Fathoni). Dalam bahasa arab morfologi dikenal dengan ilmu sharaf Shorof diartikan sebagai kaidah untuk mengetahi seluk beluk kontruski atau bangunan kata. Menurut al-Ghalayayni, ‘ilm al-sharf adalah ilmu yang membahas dasar-dasar pembentukan kata termasuk di dalamnya imbuhan(Natsir).
Dalam salah satu pembahasan shorof mengenai aturan menulis kata, terdapat beberapa aturan atau kaidah yang harus diterapkan sehingga akan banyak ditemukan kata-kata yang berbeda dari apa yang seharusnya ditulis, kejadian penulisan tersebut yang dinamakan dengan defekasi local atau disebut jugai’lal (Himmatul)
sebelum membahas tentang ibdal, perlu untuk mengetahui tentang I’lal
الإعلال تغيير حرف العلة، بالقلب، أو الحذف، أو الإسكان
Terjemahnya : I’lal ialah mengubah huruf illat dengan cara mengganti, membuang, ataupun dengan cara mematikan (sukun).(Himmatul)
Dengan pengertian tersebut dapat dipahami bahwa I’lal adalah proses untuk meringankan lisan dalam pengucapan sebuah kata dengan cara mengganti, menyukunkan atau membuang salah satu atau dua huruf dari kata tersebut.
Salah satu bentuk I’lal adalah penggantian (ibdal). Namun ada juga yang berpendapat bahwa I’lal dan ibdal adalah dua hal yang terpisah karena I’lal hanya ada pada huruf illah (huruf penyakit) saja sedangkan ibdal selain huruf illah juga ada huruf shohih(Iltaqiyah)
1. Pengertian
al-Ibdal adalahmembuang suatu huruf dan menempatkan huruf lain ditempatnya (Hula) Berikut adalah beberapa kaidah-kaidah dalam ibdal
a. Kaidah 1
Huruf wawu dan ya’ diganti hamzah apabila berada di akhir kata dan sesudah alif zaidah (tambahan). Contohnya : دَعَاوٌ menjadi دعاء karena asal fi’ilnya دعا- يدعو
b. Kaidah 2
Huruf waw dan ya’ diganti hamzah ketika ‘ainnya isim fa’ ildan dii’lal pada fi’ilnya. Contoh : قائل , بائع fi’ilnya adalah قال, باع yang asalnya قَوَلَ ، بَيَعَ
c. Kaidah 3
Huruf mad zaidah yang berada di isim shahih akhir dan sebagai huruf ketiga itu harus diganti hamzah apabila isimtersebut mengikuti wazan مفَاعِل . Baik huruf mad tadi berupaalif, wawu, atau ya’. Contoh : قلادة، عجوز، صحيفة menjadiقلائد، عجائز، صحائف .
d. Kaidah 4
Apabila alifnya jamak yang mengikuti wazan مَفَاعِل itu berada di antara dua huruf illat pada isim shahihul akhir, maka huruf illat yang kedua diganti hamzah. Contoh jamak dari أوّل، سيّد yaitu أوائل ، سيائد yang asalnya أواول، سياود .
e. Kaidah 5
Apabila ada waw yang berharakat dhummah dan berada sesudah huruf yang sukun atau sesudah huruf yang dibacadhummah pula, maka waw boleh diganti hamzah dan boleh pula ditetapkan (tidak diganti hamzah ). Tetapi yang diganti lebih bagus daripada yang tidak. Contoh : أُدْوُرُ ،حُوُوْلٍ tatkala diganti dengan hamzah menjadi أَدْؤُرُ، حُؤُوْلٌ
f. Kaidah 6
Setiap kata yang telah kumpul padanya huruf waw yang di depan, maka waw yang pertama wajib diganti hamzahsepanjang waw yang kedua tadi tidak gantian (berasal) darialif nya مفاعلة . Sama juga waw yang pertama itu sebagai huruf mad. Contoh : kata الأُوْلَى yang asalnya الوول begitu pula pada jamaknya الأُوَلَ
g. Kaidah 7
Apabila fa’nya fi’il yang mengikuti wazan اِفْتَعَل itu berupawawu atau ya’, maka harus diganti ta’ dan kemudian diidghamkan (masukkan) kedalam ta’nya. Contohnya : اِتَّقى ، اتّصَلّ yang asalnya اِوْتَصَلَ، اِوْتَقَى .
h. Kaidah 8
Apabila fa’ fi’ilnya fi’il yang mengikuti wazan إفتَعَلَ itu berupa tsa’ maka ta’nya wajib diganti tsa’ kemudian diidghamkan. Contoh : اِثَّأرَ yang asalnya اِيْثَأرَ . Dan apabilafa’nya berupa dal, dzal, atau za’, maka huruf ta’nya wajib diganti dal. Contoh : إدَّعى، إذْدّكَرَ، إزْدَهى yang asalnya إدْتَعى، إذتَكرَ، إزتَهى Dan apabila fa’nya berupa shad, dhad, tha’, ataudzha’, maka ta’nya wajib diganti tha’. Contoh : اصطاد، اِضْطَربَ، اِطَّلَعَ، اِطَّردَ. Asalnya اصْتاد، اضْتربَ، اِطْتَلع، اِطْتَرَدَ
i. Kaidah 9
Fi’il yang fa’ fi’il -nya berupa : tsa’, dzal, dal, za’, shad, dhad,tha’, atau dzha ’ dari fi’il yang mengikuti wazan تَفَاعَلَ، تفعَّلَ، تَفَعْلَلَ itu sekiranya huruf ta’ pada wazan itu kumpul denganfa’ kalimat tersebut diatas, maka padanya boleh dilakukan adanya penggantian huruf ta’ dengan huruf yang bisa sesuai (sejenis) dengan huruf sesudahnya, kemudian huruf penggantita’ tadi diidghamkan ke dalam huruf sesudahnya. Sesudah demikian maka sulit dibaca karena huruf pertamanya berupa huruf yang sukun, maka wajib mendatangkan hamzah washal. Contoh : pelafalannya اثَّاقَلَ ، ادَّثَر، اذَكرَasalnya adalah تَثَاقَل، تَدَثَّرَ، تذَكَّرَ
j. Kaidah 10
Apabila ada huruf ta’, yang mati sebelum huruf dal, maka huruf ta’ wajib diganti dal dan kemudian diidghamkan ke dalam huruf dal sesudahnya. Contoh : lafal عِدَّانٍ asalnya عتْدانِ jamak dari عَتُودٍ
k. Kaidah 11
Apabila ada huruf nun mati yang berada sebelum hurufmim atau ba’ , maka huruf nun itu harus diganti mim. Contoh : lafalnya امَّحَى، سُمْبَل asalnya انْمَحَى ، سُنْبَل namun untuk kata سُمْبَلtulisannya tetap tertulis سُنْبَل
l. Kaidah 12
Huruf waw diganti mim sesudah huruf ha’ yang ada padanya dibuang. Contoh : فم asalnya فوه . Dan pada saat lafadz tersebut dimudhafkan , maka huruf mim boleh dikembalikan berupa huruf aslinya yaitu wawu , dan boleh huruf mimsebagai pengganti waw tadi ditetapkan. Contoh : هذا قوك atauهذا فمُك
2. Hasil Penelitian
Telah ditemukan kata-kata dalam surah ali – Imran yang telah mengalami ibdal yaitu :
No | Ayat | Ibdal | Asal Kata |
1. | ﲕ ﲖ ﲗ ﲘ ﲙ ﲚ ﲛ ﲜ ﲝ ﲞﲟ ﲠ ﲹ | ابْتِغَاء | بّغّيّ |
2. | ﲬ ﲭ ﲮ ﲯ ﲰﲱ ﲲ ﲳﲴ ﲵ ﲶ ﲷ ﲸ ﲹ ﲺ....ﳆ ﱠ | اتقَوا | وّقّيّ |
3. | ﱔ ﱕ ﱖ ﱗ ﱘ ﱙ ﱚ ﱛ ﱜ ﱝ ﱞ ﱟﱠ ...ﱧ ﱠ | قائما | قّوّمّ |
4. | ﭐﭐ ﭐ ﲫ ﲬ ﲭ ﲮ ﲯ ﲰ ﲱ ﲲﲳ… ﳉ | يتَّخِذ | أَخَذَ |
5. | ... ﲴ ﲵ ﲶ ﲷ ﲸ ﲹ ﲺ ﲻ ﲼ ﲽ ﲾ ﲿ ﳀﳁ ﳂ ﳃ ﳄﳅ ﳆ ﳇ ﳈ ﳉ | تتقُوا | وقي |
6. | ﱼ ﱽ ﱾ ﱿ ﲀ ﲁ ﲂ ﲃ ﲄ ﲅ ﲆ ﲇ | اصطفى | اصْتَفى |
7. | ﭐ ﱓ ﱔ ﱕ ﱖ ﱗ ﱘ ﱙ ﱧ | قائم | قَوَمَ |
8. | ﱡﭐ ﲒ ﲓ ﲔ ﲕ ﲖ ﲗ ﲘ ﲙ ﲚ ﲛ ﲜ ﲝ ﲞ ﱠ | اصطفاك | صَفَوَ |
9. | ...ﲧ ﲨ ﲩ ﲪ ﲫ ﲬ ﲭ ﲮ ﱠ | فاتَّقُوا | وَقَيَ |
10. | ﭐ ﱚ ﱛ ﱜ ﱝ ﱞ ﱟ ﱠ ﱡ ﱢ ﱣ ﱤ ﱥ ﱦ ﱧ ﱨ ﱩ ﱪ... ﱺ | سواء | سَوَيَ |
11. | .. ﱫ ﱬ ﱭ ﱮ ﱯ ﱰ ﱱ ﱲﱳ ﱴ ﱵ ﱶ ﱷ ﱸ ﱹ ﱺ | يتَّخِذ | أَخَذَ |
12. | ﲚ ﲛ ﲜ ﲝ ﲞ ﲟ ﲠ ﲡﲢ ﲣ ﲤ ﲥ ﲦ ﲧ ﲨ ﲩ ﲪ....ﲱ ﱠ | قائما | قَوَمَ |
13. | ﱡﭐﲲﲳ ﲴ ﲵ ﲶ ﲷ ﲸ ﲹ ﲺ ﲻ ﲼ ﱠ | واتقَى | وَقَيَ |
14. | ﭐ ﱼ ﱽ ﱾ ﱿ ﲀ ﲁ ﲂﲃ ﲄ ﲅ ﲆ ﲇ ﲈ ﲉ ﲊ ﱠ | تَتَّخِذُوا | أَخَذَ |
15. | ﭐ ﱁ ﱂ ﱃ ﱄ ﱅ ﱆ ﱇ ﱈ.. ﱓ | تُتْلى | تَلاَ |
16. | ﭐ ﱔ ﱕ ﱖ ﱗ ﱘ ﱙ ﱚ ﱛ ﱜ ﱝ ﱞ ﱟ ﱠ | اتَّقُوا | وَقَيَ |
17. | ﭐ ﲜ ﲝﲞ ﲟ ﲠ ﲡ ﲢ ﲣ ﲤ ﲥ ﲦ ﲧ ﲨ ﲩ ﲪ ﲫ | سواء | سَوَيَ |
18. | ﲜ ﲝﲞ ﲟ ﲠ ﲡ ﲢ ﲣ ﲤ ﲥ ﲦ ﲧ ﲨ ﲩ ﲪ ﲫ | قائمة | قّوَمَ |
19. | ﭐ ﱯ ﱰ ﱱ ﱲ ﱳ ﱴ ﱵ ﱶ ﱷ ﱸ ﱹ ﱺ ﱻ ﱼ ﱽ ﱾ ﱿ ﲀ ﲁ ﲂ ﲃ ﲄ ﲅﲆ ﲇ ﲈ ﲉ ﲊﲋ ﲌ ﲍ ﲎ ﲏ | تَتَّخِذُوا | أَخَذَ |
20. | ﭐﭐ ﲸ ﲹ ﲺ ﲻ ﲼ ﲽ ﲾﲿ ﳀ ﳁ ﳂ ﳃ ﳄ ﳅ | تتقُوا | وَقَيَ |
21. | ﭐ ﱏ ﱐ ﱑ ﱒ ﱓ ﱔﱕ ﱖ ﱗ ﱘ ﱙ ﱚ | فاتقُوا | وَقَيَ |
22. | ﭐﱩﱪ ﱫ ﱬ ﱭ ﱮ ﱯ ﱰ ﱱ ﱲ ﱳ ﱴ ﱵ ﱶ ﱷ ﱸ ﱹ | تتَّقُوا | وَقَيَ |
23. | ﭐ ﲍ ﲎ ﲏ ﲐ ﲑ ﲒ ﲓ ﲔ ﲕ ﲖ | خائبين | خَيَبَ |
24. | ﲷ ﲸ ﲹ ﲺ ﲻ ﲼ ﲽ ﲾﲿﳀ ﳁ ﳂ ﳃ ﳄ | اتقُوا | وَقَيَ |
25. | ﳅ ﳆ ﳇ ﳈ ﳉ ﳊ | اتقُوا | وَقَيَ |
26. | ﲭ ﲮ ﲯ ﲰ ﲱ ﲲ ﲳ ﲴ ﲵ ﲶ ﲷ ﲸ ﲹﲺ ﲻ ﲼ ﲽ ﲾ ﲿ | يَتَّخِذ | أَخَذَ |
27. | ﲴ ﲵ ﲶ ﲷ ﲸ ﲹ ﲺ ﲻ ﲼﲽ ﲾ ﲿ ﳀ ﳁ ﳂ ﳃ ﳄ | اتقَوا | وَقَيَ |
28. | ﲷ ﲸ ﲹﲺ ﲻ ﲼ ﲽ ﲾ ﲿ ﳀ ﳁ | تتقُوا | وَقَيَ |
29. | ﲻ ﲼ ﲽ ﲾ ﲿ ﳀ ﳁ ﳂ ﳃ | تتقُوا | وَقَيَ |
30. | ﲁ ﲂ ﲃ ﲄ ﲅ ﲆ ﲇ ﲈ ﲉ ﲊ ﲋ ﲌ.. ﲗ | اتَّقَوا | وَقَيَ |
31. | ﲹ ﲺ ﲻ ﲼ ﲽ ﲾ ﲿ ﳀ ﳁ ﳂ ﳃ | اتَّقُوا | وَقَيَ |
3. Penjelasan
Lafal اِبْتِغَاءُ mengalami ibdal karena pada kata asalnya adalah ب غ ي kemudian ditimbang dengan افْتَعَلَ menjadi ابتِغَى maka seharusnya masdhar nya menjadi ابتغاى namun huruf ya’telah dibadal dengan huruf hamzah, karena terletak setelah alif zaidah. Begitupula dengan lafal سَوَاء asal katanya adalah س و ي maka masdharnya yang harusnya سواي menjadi سواء
Lafal قائم baik dia berupa manshub atau marfu baik diamuzakkar atau muannats, dia adalah isim fa’il dari fi’il قام –يقوم yang asal katanya adalah ق و م maka seharusnya isim fa’ilnya adalah قاوَمَ namun wawu dbadal dengan hamzah karena dia adalah ain isim fa’il dan dii’lal pada fi’ilnya mengikuti kaidah yang ada. Begitupula pada lafalخَائِبيْن , fi’ilnya adalah خاب- يَخِيْبُ yang asal katanya adalah خ ي ب maka ya’ diganti denganhamzah.
Lafal اِصْطَفَى atau اصْطفاك adalah kata yang mengikutiwazan اِفْتَعل maka seharusnya menjadi اصْتَفى namun karena fa’ fi’ilnya adalah huruf shod maka huruf ta’ dibadal dengan huruftho’ mengikuti kaidah. Adapun pada lafal اصْطفاك alifmaksurohnya berubah menjadi alif karena telah diidhofkan.
Lafal اِتَّقى baik dia berupa fi’il madhi, mudhori atau amr dia adalah kata yang mengikuti wazan اِفْتَعل maka seharusnya dia menjadi اِوْتَقى karena asal katanya adalah و ق ي namun hurufwawu dibadal dengan huruf ta’ dan idgomkan kedalam huruf ta’ setelahnya. Begitupula pada lafal يتّخِذ dia mengikuti wazanيَفْتَعِلُ maka seharusnya menjadi يأتَّخِذ karena asal katanya adalah أ خ ذ namun alif dibadal dengan huruf ta’ dan diidghomkan ke huruf yang ta’ yang berikutnya.
4. Analisis
Dalam surah ali Imran terdapat 32 kata yang telah mengalami fenomena ibdal, 32 kata tersebut adalah اتَّقَى dalam bentuk fi’il madhi terulang 4 kali, dalam fi’il mudhori terulang 5 kali dan dalam fi’il amr terulang 6 kali
Kata يّتَّخِذُ terulang sebanyak 5 kali dalam bentuk fi’il mudhori saja. Kemudian kata قائِم dalam bentuk manshubterulang 2 kali dan juga 2 kali dalam keadaan marfu namun salah satu dari dua tersebut berbentuk isim fa’il muannats dan kataخائِبِينَ hanya terulang sekali saja.
Kata اصْطَفى terulang 2 kali namun salah satunya berbentukidhofah, dan kata سَواء terulang 2 kali dan kata ابْتِغاء terulang sekali saja. Dalam surah ali Imran juga tedapat ayat yang berisi dua kata sekaligus yang mengalami ibdal yaitu pada ayat 28, 64, dan 113.
C. KESIMPULAN
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan pada bagian yan terdahulu dapat disimpulkan bahwa :
1. Pengertian al-Ibdal adalah membuang suatu huruf dan menempatkan huruf lain ditempatnya Berikut adalah beberapa kaidah-kaidah dalam ibdal.
2. Ditemukannya fenomen ibdal pada mushaf rasm ustmanidalam surah ali Imran sebanyak 32 kata dan terdapat dua kata yang mengalami ibdal dalam ayat yang sama pada ayat 28, 64, dan 113 dan kata yang mengalami ibdal cukup banyak terulang namun dalam bentuk dan ayat yang berbeda.
DAFTAR PUSTAKA
Hula, Ibnu Rawandhy N. QAWAID AL-IMLA WA AL-KHAT: Kaidah-kaidah Menulis Huruf dan Kata Arab dan Seni Kaligrafi. IAIN Sultan Amai Gorontalo, 2016.
Fathoni, Hanif. “Pembentukan Kata Dalam Bahasa Arab (Sebuah Analisis Morfologis ‘K-T-B’).” At-Ta’dib, 2013, doi:10.21111/AT-TADIB.V8I1.513.
Himmatul, Zudha. I’LAL BIL IBDAL DALAM KITAB AYYUHAL WALAD (ANALISIS MORFOFONOLOGI). no. May, Universitas Negeri Semarang, 2014.
Iltaqiyah, Aminah. I’lal Dan Ibdal Dalam Surah Al-Ahqof. UIN Yogyakarta, Kalijaga, 2008.
Natsir, Muhammad. “PEMBELAJARAN BAHASA ARAB DENGAN PENDEKATAN ANALISIS MORFOLOGI.” Jurnal Al Bayan: Jurnal Jurusan Pendidikan Bahasa Arab, 2017, doi:10.24042/albayan.v9i1.1110.
Syarsyal, Ahmad bin ahmad bin ma’ruf. At-Tabyiin lihijai at-tanzil. Kerajaan Arab Saudi, 2019
Irawati, Retno Purnama. Pengantar Memahami Linguistik. Semarang: Cipta Prima Nusantara, 2013
Tidak ada komentar:
Posting Komentar